Senin, 07 Februari 2011

Sajak-sajak Lamhot Susanti HS


sudutpandang.com
ilustrasi 


Sajak-sajak Lamhot Susanti HS
Editor: Jodhi Yudono
Rabu, 27 Oktober 2010 | 06:12 WIB

SURAT KABAR

Pagi tadi, seorang gelandangan terpaksa digelandang ke tahanan karena lancang berkata: -aku ingin memiliki wajah seperti tuan- saat prosesi serah terima jabatan di alun-alun kota

Katalase kata, Tebing Tinggi, 7 September 2010


(TER)SESAT

(1):

Searah, kah?    Searah, kan?        Searah? Arah? Arah? Arah?
(tapi ada banyak arah)
arah mana? mana arah?
tiba-tiba saja: Tanpa arah

(2)

Sesungguhnya kau sudah punya peta tapi acapkali kau membuat kesepakatan dengan kemungkinan, lalu semua pun tanpa arah.


SEPAKAT

Ok, malam ini kita buat perjanjian aku serahkan hatiku padamu. cuma-cuma asal kau mau menjaganya di hatimu. Setuju?

Katalase: Medan, 18 februari 2009



ODE BUAT CINTA

“Siapa yang mengambil hatiku,” tanyaku. panik melihat piring ceper di atas meja. kosong bahkan remah-remahnya tak bersisa aku celingak-celinguk mencari tapi tak ada siapapun, kecuali senyumnya yang tergantung apik : di tiap jengkal angan

Katalase Kata Medan, 14 Februari 2009



RUANG TUNGGU

/1/ Duduklah sebentar, sekedar menikmati suhu rendah dari kotak pendingin , atau saksikan juga suguhan berita yang tak pernah jemu berkisah tentang air mata. Ah, usahlah gelisah sebentar lagi takdir akan memberi penjelasan untuk tanya yang menggantung lancang di wajahmu.

/2/ Tengok saja ruang yang tak pernah berhenti menunggu berbagai rupa tersaji bermakna bosan segiris duka, air mata, mungkin juga rindu yang tak sempat di jenguk tersembunyi, lebih memilih mendengkur dalam sunyi ketimbang merangkai kata yang mungkin layak untuk diperdengarkan bila perjumpaan menjumpainya. Kelak.

Tebing Tinggi, 15 Agustus 2009

BIODATA PRIBADI
NAMA: LAMHOT SUSANTI HS 
NAMA PENA: Fairynee
TEMPAT/ TANGGAL LAHIR : PEM. SIANTAR, 2 JULI 1985
Tentang Saya: Beberapa karyanya pernah dimuat di beberapa media cetak seperti Femina, Story, juga harian lokal di kotanya. Sekarang bekerja sebagai pegawai di salah satu institusi pemerintahan. Sangat mengagumi karya dari sastrawan besar Chairil Anwar, W.S Rendra dan Seno Gumira Adjidarma.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar